gerimis bersama rinduku
rintiknya sejukkan naluri
ku sampaikan salam lewat embun
angin seolah mengejekku
mentari tak bersahabat
aku bisu ditengah ramai
ada satu insan bercahaya
itukah kau ?
dan aku menanti
seandainya kau tau aku menanti senyuman mu
7 Des 2010
10 Okt 2010
Senyum Dusta
um, senyumnya menawan
sempat tertipu nyaliku
harum semerbak katanya
namun, dalam nya tersembunyi busuk
tak ada yang mencium,
hidung mereka tuli
mereka seolah tidur
dengan mata menjelang
pendusta besar,
tak dapat dipercaya
katanya seperti benalu
menjalar, pengaruhi fikiran
sempat tertipu nyaliku
harum semerbak katanya
namun, dalam nya tersembunyi busuk
tak ada yang mencium,
hidung mereka tuli
mereka seolah tidur
dengan mata menjelang
pendusta besar,
tak dapat dipercaya
katanya seperti benalu
menjalar, pengaruhi fikiran
11 Sep 2010
Gadis berkerudung biru
indah berseri wajahnya
cerminan insan sahaja
senyum merona tersirat
bibir merah merekah bak delima
aduhai, siapa gerangan dirinya
elok paras baik budinya
gadis berkerudung biru
kala senja ia menapakkan langkah
ke mesjid ia beribadah
merdu lantunan ayat suci ia dendangkan
memecahkan hening malam
cahya bulan seakan hilang
sinar tubuhnya bagai mentari
tak ada sedih di wajahnya
pabila bertemu ia menyapa
bergetar hati saat dengannya.Gadis berkerudung biru
indah berseri wajahnya
cerminan insan sahaja
senyum merona tersirat
bibir merah merekah bak delima
aduhai, siapa gerangan dirinya
elok paras baik budinya
gadis berkerudung biru
kala senja ia menapakkan langkah
ke mesjid ia beribadah
merdu lantunan ayat suci ia dendangkan
memecahkan hening malam
cahya bulan seakan hilang
sinar tubuhnya bagai mentari
tak ada sedih di wajahnya
pabila bertemu ia menyapa
bergetar hati saat dengannya.
7 Apr 2010
Rindu Sahabat
lantunan nada indah nan syahdu
aku merindukan itu darimu
sahabatku
saat seperti dulu
layak nya dunia taman bermain kita
realita memandang angkuh
kita dan kita pergi
aku ingin merindumu
namun, pasti menyakitkan
tapi bagaimanapun aku menjauh
tetap saja
kau bukan hanya nama
aku merindukan itu darimu
sahabatku
saat seperti dulu
layak nya dunia taman bermain kita
realita memandang angkuh
kita dan kita pergi
aku ingin merindumu
namun, pasti menyakitkan
tapi bagaimanapun aku menjauh
tetap saja
kau bukan hanya nama
Langganan:
Postingan (Atom)